Prodi Bahasa Mandarin ISBI Aceh Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Fak Ilmu Budaya
Gedung kuliah Kampus ISBI Aceh di Jantho, Aceh Besar. (Foto: isbiaceh.ac.id)

Jantho. RU – Institut Seni Budaya Indonesia Aceh (ISBI Aceh) membuka penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 untuk Program Studi Bahasa Mandarin.

Kehadiran program studi ini menjadi langkah strategis ISBI Aceh dalam menjawab tantangan globalisasi serta meningkatnya kebutuhan dunia kerja terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya.

Program Studi Bahasa Mandarin ISBI Aceh merupakan satu-satunya program sejenis di Aceh yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa, sastra, budaya, dan teknologi secara terpadu.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan linguistik, tetapi juga pemahaman budaya Tiongkok yang kontekstual dan aplikatif di berbagai sektor.

Keunikan prodi ini terletak pada penekanan penguasaan bahasa Mandarin yang sejalan dengan pemahaman budaya Tiongkok secara mendalam.

Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahasa dalam konteks sosial, budaya, dan profesional, seperti di bidang pendidikan, pariwisata, seni, penerjemahan, hingga diplomasi budaya.

Dalam proses pembelajaran, Program Studi Bahasa Mandarin ISBI Aceh juga memanfaatkan teknologi digital.

Penggunaan platform pembelajaran daring, kelas virtual, serta sumber belajar berbasis teknologi menjadi bagian penting untuk mendukung fleksibilitas dan efektivitas pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman.

Koordinator Program Studi Bahasa Mandarin ISBI Aceh, Dinda Destari, S.S., M.T.C.SOL., menyampaikan bahwa pembukaan penerimaan mahasiswa baru ini merupakan komitmen ISBI Aceh dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan bahasa Mandarin yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan bahasa, tetapi juga pada pemahaman budaya dan kesiapan menghadapi dunia kerja global,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa juga dibekali wawasan kewirausahaan berbasis bahasa dan budaya.

Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menciptakan peluang kerja mandiri, seperti membuka jasa penerjemahan, pengajaran bahasa Mandarin, maupun usaha kreatif berbasis budaya Tiongkok.

Dari sisi prospek kerja, lulusan Program Studi Bahasa Mandarin ISBI Aceh memiliki peluang yang luas.

Mereka dapat berkarier sebagai pengkaji bahasa Mandarin, praktisi bahasa di sektor publik dan swasta, penerjemah profesional, wirausahawan berbasis bahasa dan budaya, hingga pemimpin dalam proyek-proyek pendidikan dan kebudayaan.

Sementara itu, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Aceh, Maisarah, M.A., menyampaikan bahwa Prodi Bahasa Mandarin ISBI Aceh siap menerima mahasiswa baru pada tahun 2026 melalui jalur seleksi nasional.

“Program Studi Bahasa Mandarin ISBI Aceh telah siap menerima mahasiswa baru tahun 2026 melalui jalur seleksi nasional. Dari sisi akademik, kurikulum, dosen pengampu, hingga sarana pendukung pembelajaran telah dipersiapkan secara matang untuk menjamin proses pendidikan yang berkualitas” tegas Maisarah.

ISBI Aceh mengikuti mekanisme Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.

Tahapan SNPMB 2026 diawali dengan pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025, dilanjutkan masa sanggah hingga 15 Januari 2026.

Proses pengisian data sekolah dan siswa (PDSS) berlangsung dari 5 Januari sampai 2 Februari 2026.

Sedangkan registrasi akun SNPMB siswa dimulai 12 Januari hingga 18 Februari 2026.

Untuk jalur prestasi, pendaftaran SNBP dibuka pada 3–18 Februari 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 31 Maret 2026.

Sementara jalur tes SNBT dimulai dengan pendaftaran UTBK pada 25 Maret–7 April 2026, pelaksanaan ujian 21–30 April 2026, dan pengumuman hasil pada 25 Mei 2026.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *