Aceh Besar. RU – Bupati Muharram Idris (Syech Muharram) meresmikan sekaligus memfungsikan kembali Pasar Hewan Sibreh di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Senin (05/01/2026), usai menjalani rehabilitasi sejak Juli 2025.
Peresmian pusat transaksi ternak terbesar di Aceh tersebut turut dirangkai dengan penyantunan tujuh anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Syech Muharram menekankan pentingnya sinergi eksekutif dan legislatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui sektor pertanian dan peternakan.
“Pembangunan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kebersamaan dan saling membahu antara pemerintah daerah, DPRK, dan DPRA agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh Besar,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana pemanfaatan lahan milik Pemerintah Aceh di belakang pasar sebagai area parkir yang akan dihibahkan guna mendukung penataan kawasan.
“Alhamdulillah, Pemerintah Aceh menyatakan siap mendukung dan merencanakan penghibahan lahan tersebut agar Pasar Hewan Sibreh semakin tertata dan representatif,” katanya.
Meski kembali beroperasi, Syech Muharram mengakui masih diperlukan penyempurnaan fasilitas dan mengajak seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi.
“Masih ada sedikit perbaikan yang perlu kita lakukan. Untuk itu, kami berharap dukungan dan kerja sama dari DPRK dan DPRA agar Pasar Hewan Sibreh ini benar-benar menjadi pasar hewan yang layak dan modern,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi menyebut Pasar Hewan Sibreh memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah.
“Pasar Hewan Sibreh ini awalnya merupakan pasar hewan tradisional. Seiring waktu, kita benahi dan rehabilitasi dengan tujuan menjadikannya pasar hewan yang lebih modern dan layak,” ungkap Jakfar.
Ia menambahkan, Aceh Besar saat ini mengelola tiga pasar hewan serta telah memiliki rumah potong hewan bersertifikat halal sebagai bagian penguatan sektor peternakan.
“Jika petani dan peternak sejahtera, maka angka kemiskinan bisa ditekan secara signifikan. Inilah kunci kesejahteraan masyarakat Aceh Besar,” pungkasnya.(*)















