Kualasimpang. RU – Permukiman warga Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, berubah menjadi tumpukan kayu setinggi 5–6 meter setelah diterjang banjir hidrometeorologi.
Kayu gelondongan dengan berbagai ukuran panjang dan diameter terbawa arus sungai, menimbun kawasan permukiman hingga membentuk gunungan di sejumlah titik.
“Nyaris habis semua rumah penduduk Sijantung ini yang disapu oleh banjir lumpur yang disertai jutaan kubik kayu gelondongan panjang dan sampah kayu,” ujar warga setempat, Agus Syaputra, kepada rahasiaumum.com, beberapa Waktu lalu.
Ia menyebut banjir bandang bercampur lumpur dan material kayu memaksa warga kehilangan tempat tinggal sehingga harus bertahan di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat.

Pantauan rahasiaumum.com, Jumat (02/01/2026) di lokasi menunjukkan tidak ada lagi bangunan yang berdiri, termasuk fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.
“SD Negeri Sijantung hanya tinggal nama saja. Sebab puing-puingnya pun sudah tidak bersisa lagi,” tutur Agus.
Di tengah tumpukan kayu, warga memancang sebatang kayu sebagai tiang bendera.
“Kami pacakkan kayu di sana agar bendera merah putih tetap berkibar, di tempat putra-putri kami pernah bersekolah,” kata Agus dengan nada sedih.(S011)















