Pusat Izinkan Bantuan Internasional Masuk Aceh

Bantuan Malaysia
Kedatangan obat-obatan yang dikirimkan relawan BSR Malaysia untuk Aceh saat tiba di bandara SIM Aceh Besar, Rabu (10/12/2025). (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Pemerintah pusat akhirnya mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dari dunia internasional untuk bencana sumatera khususnya Aceh, namun hanya untuk yang bersifat nonpemerintah.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA menjelaskan, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan Pemerintah Aceh dengan Kemendagri, bantuan internasional yang bersifat non-goverment to goverment (pemerintah) selama ini dibenarkan.

“Sedangkan terkait bantuan goverment to goverment belum ada arahan,” ujarnya, dikutip Selasa (23/12/2025).

Dengan demikian, pihak NGO’s internasional atau sejenisnya sudah bisa memberikan bantuan dalam upaya pemulihan Aceh pascabencana, dengan syarat harus melaporkannya kepada BNPB dan BPBA.

Terkait bantuan barang atau logistik, akan mengikuti aturan pelaporan instansi kebencanaan.

Sedangkan untuk program pemulihan nantinya dikomunikasikan dengan pemerintah pusat dan Aceh, karena harus disesuaikan dengan R3P (Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana) yang bakal disusun oleh pemerintah Aceh di bawah supervisi pemerintah pusat.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...