Takengon. RU – Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah hingga Senin (22/12/2025) masih terisolir, akibat akses jalan yang belum ditangani pemerintah sejak longsor dan banjir bandang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Akses jalan menuju desa ini putus total, dan warga berharap akses jalan di desa mereka segera pulih dan meminta pemerintah bergerak cepat dalam merespon situasi darurat.
“Kami di sini mulai kehabisan bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya untuk bertahan hidup. Sementara, bantuan logistik yang pernah diterima warga desa, jumlahnya sangat terbatas,” ujar Sertalia, warga setempat.
Dirinya menuturkan, sudah tiga pekan berlalu pascabencana, belum juga ada upaya perbaikan dan pemulihan oleh pemerintah untuk desa mereka.
Untuk diketahui, nencana banjir bandang dan tanah longsor tiga pekan lalu membuat empat desa di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat hilang.
Di antaranya Kampung Jamat, Kute Reje, Delung Sekinel, dan Kampung Reje Payung.
Sebanyak 120 KK dari empat desa ini sekarang tinggal di pengungsian, sementara akses jalan utama menuju desa itu amblas dan tertutup material longsor.
Tanpa jalan, bahan pangan sulit masuk dan obat-obatan hampir tidak ada.
Anak-anak, lansia, dan warga sakit hanya bisa bertahan dengan persediaan seadanya, bahkan beberapa keluarga mulai mengurangi porsi makan demi bertahan hidup.
Warga mengakui sempat menerima bantuan logistik, namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan ratusan jiwa yang terdampak.
Sudah tiga pekan pascabencana, namun belum terlihat langkah nyata perbaikan akses jalan atau pemulihan wilayah oleh pemerintah.
Kondisi ini membuat warga semakin terjepit, baik secara fisik maupun mental.
Dalam keterbatasan, warga hanya bisa mengandalkan tenaga sendiri. Gotong-royong menjadi satu-satunya pilihan di tengah ketidakberdayaan warga yang kecewa pada Pemerintah.(TH05)















