Tekan Risiko Berkendara, Polisi Jadi Pembina Upacara di Sekolah Abdya

Kapolres Aceh Barat Daya saat menjadi pembina upacara di SMPN 1 Blangpidie. Senin 13 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Polres Aceh Barat Daya menggelar program “Polisi Sahabat Putih Biru” dengan menempatkan perwira sebagai pembina upacara di seluruh SMP dan MTs wilayah setempat, Senin (13/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas sekaligus menekan risiko perjalanan menuju sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian memberikan edukasi keselamatan di jalan serta menegaskan larangan bagi pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor.

Saat pelaksanaan di SMP Negeri 1 Blangpidie, Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK menyampaikan bahwa kedisiplinan berlalu lintas merupakan bentuk komitmen terhadap diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Ia menjelaskan program tersebut lahir dari keprihatinan atas kondisi lalu lintas yang semakin padat, serta banyaknya siswa yang belum memenuhi batas usia berkendara.

“Kalau mereka selamat di jalan setiap hari, itu merupakan hadiah ulang tahun paling nyata untuk Kabupaten Abdya,” ujar AKBP Agus Sulistianto SH SIK.

Ia juga menegaskan peran orang tua dalam mencegah anak membawa kendaraan ke sekolah.

Menurutnya, perlu kesepakatan di rumah agar pelajar diantar serta didampingi menggunakan moda transportasi yang aman, termasuk sepeda.

“Bagi anak SMP dilarang membawa motor. Orang tua harus tegas, antar mereka ke sekolah, sehingga mereka tidak membawa motor sendiri,” kata AKBP Agus Sulistianto SH SIK.

Selain itu, pihak sekolah diminta turut melakukan pengawasan melalui pemeriksaan di gerbang, pencatatan nomor kendaraan, serta menghubungi orang tua jika ditemukan pelanggaran.

Keterlibatan komite juga dinilai penting untuk memantau titik rawan.

“Guru juga harus melakukan pemeriksaan di gerbang sekolah. Catat plat nomor dan menghubungi orang tua bila ada siswa yang membawa motor, dan meminta orang tua untuk langsung mengambil sepeda motornya di sekolah,” pungkas AKBP Agus Sulistianto SH SIK.(T018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *