Kualasimpang. RU – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyalurkan santunan serta bantuan tahap kedua bagi masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 10 April 2026.
Penyerahan berlangsung di aula Setdakab setempat.
Kepada penerima manfaat, Saifullah Yusuf menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi serta memulihkan kehidupan warga terdampak.
Total bantuan yang telah digelontorkan mencapai Rp 205.188.100.000.
“Bantuan sosial pasca-kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur selama datanya sudah ada langsung kami salurkan,” ujar Gus Ipul, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (11/04/2026).
Ia menyampaikan, penyaluran bantuan dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah, kata dia, menghadirkan berbagai bentuk dukungan melalui Kementerian Sosial bagi korban bencana.
Menurut Ipul, banjir bandang pada akhir November berdampak luas sehingga pemerintah membentuk badan percepatan pemulihan.
Tahapan penanganan meliputi evakuasi, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
“Pak presiden telah melakukan pemulihan rekonstruksi dan rehabilitasi, ini adalah langkah pemulihan jadi setelah selesai evakuasi, yang kedua berikutnya adalah masa-masa pemulihan baik itu dari sarana prasarana rekonstruksi tersebut maupun lainnya, dan selanjutnya bagaimana membantu keluarga-keluarga yang terdampak untuk bisa kembali pulih secara ekonomi sosial dan juga material,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pada masa kedaruratan, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik termasuk penyediaan dapur umum dengan nilai sekitar Rp 6 miliar untuk wilayah Aceh Tamiang.
“Itu sudah selesai. Khusus untuk di Aceh Tamiang, nilai bantuan kami pada masa kedaruratan itu sekitar Rp 6 miliar. Itu sudah selesai,” katanya.
Selanjutnya, bantuan difokuskan pada pemulihan kehidupan, hunian, ekonomi, serta perlindungan bagi ahli waris maupun korban luka berat.
Santunan diberikan sebesar Rp 15 juta untuk setiap ahli waris korban meninggal dan Rp 5 juta bagi korban luka berat.
“Dan juga ada santunan (bagi) yang luka-luka berat sebesar Rp 5 juta. Alhamdulillah, ini sebagian besar sudah bisa disalurkan,” ucapnya.
Pada tahap kedua, pemerintah menyalurkan bantuan jaminan hidup bagi 20.908 jiwa senilai Rp 28.225.800.000.
Bantuan isi hunian rumah diberikan kepada 5.941 kepala keluarga sebesar Rp 17.823.000.000, disusul stimulan sosial ekonomi Rp 29.705.000.000 untuk 5.491 keluarga.
Selain itu, santunan bagi 187 korban luka berat mencapai Rp 935.000.000. Total tahap ini sebesar Rp 76.688.800.000.
“Bantuan untuk membeli isian rumah kita asumsikan mungkin karena rumahnya terbawa banjir, terdampak banjir, maka dibantu lagi untuk membeli isian rumah. Apakah itu perabotan-perabotan rumah tangga atau mungkin juga kebutuhan-kebutuhan dapur dan lain sebagainya yang paling dibutuhkan oleh bapak-ibu sekalian. Kita beri namanya bantuan isian rumah sebesar Rp 3 juta per KK,” jelasnya.
Sementara itu, bantuan tahap pertama telah mencapai Rp 128.499.300.000, meliputi jaminan hidup bagi 47.638 jiwa, bantuan isi hunian untuk 7.581 keluarga, stimulan ekonomi bagi jumlah keluarga yang sama, serta santunan ahli waris bagi 236 jiwa.
“Total keseluruhan (bantuan) untuk Kabupaten Aceh Tamiang yang dari Kementerian Sosial ada Rp 205.188.100.000,” ungkapnya.
Gus Ipul berharap bantuan dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan mendesak sekaligus menjadi awal pemulihan ekonomi keluarga.
“Kita harapkan bapak-ibu sekalian benar-benar memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak dan mendasar. Usahakan, ini juga bisa dijadikan rintisan untuk membuka usaha,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran dilakukan berdasarkan data terverifikasi oleh pemerintah daerah dan Forkopimda guna memastikan ketepatan sasaran.
“Jadi karena itu mohon maaf kalau memang kadang-kadang merasa lambat. Karena memang kita memerlukan proses seleksi, jangan sampai bantuan ini diterima oleh mereka yang tidak berhak,” ujar Ipul.
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menyatakan pemerintah daerah terus mengevaluasi data penerima. Pendataan lanjutan dilakukan untuk memastikan seluruh korban memperoleh bantuan pada tahap berikutnya.
“Datanya akan kita kumpulkan lagi untuk gelombang ketiga. Nanti akan kita kirimkan kepada Bapak Menteri Sosial untuk disalurkan sesuai dengan yang kita harapkan. Pemerintah Aceh Tamiang, masih terus melakukan pendataan hingga seluruh korban bencana hidrometeorologi mendapatkan haknya secara layak,” ucapnya.
Salah satu penerima, Erhamna (45), menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak.
“Kami seluruh masyarakat Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo dan terima kasih kepada Menteri Sosial dan Bapak Bupati Aceh Tamiang yang telah memberi bantuan kita hari ini,” ujarnya.(S011)














