Takengon. RU – Di hari pertama masuk sekolah pada Senin (30/03/2026) kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Linge di Kampung Reje Payung, Kabupaten Aceh Tengah, masih tertimbun lumpur, sehingga aktivitas belajar belum bisa dilakukan.
Di lokasi itu hanya terlihat tenda bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tenda yang berdiri di area sekolah itu pun tak lagi berfungsi optimal.
Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsyah, mengatakan proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan karena sekolah masih tertimbun lumpur dan tenda darurat yang sebelumnya digunakan sebagai kelas darurat, ambruk dan tidak layak untuk digunakan.
“Untuk sementara, kegiatan belajar di Reje Payung dan Dusun Uken Banyu kami tiadakan karena tenda darurat 01 ambruk, dan tidak aman untuk anak-anak,” kata Nurdinsyah.
Sebagai solusi, pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar ke tenda lain di Dusun Jamat, namun lokasi tersebut juga tidak bisa menjangkau seluruh siswa, sehingga sebagian anak terpaksa kehilangan akses pendidikan.
Warga menyoroti kunjungan dan pernyataan pejabat yang dinilai tak sesuai kondisi di lapangan.
“Bupati sudah berkali-kali datang, tapi kondisi sekolah ini masih tak berubah sejak terkena bencana,” kata seorang warga Kampung Reje Payung.
Tak hanya di SDN 10 Linge, kondisi serupa juga dialami SMP dan SMA di kawasan tersebut.
Ruang kelas masih dipenuhi lumpur, material kayu sisa banjir juga belum dibersihkan, dan fasilitas pendidikan belum tersentuh perbaikan berarti.(TH05)














