Kutacane. RU – Menjelang Idul Fitri 1447 H, warga di Kabupaten Aceh Tenggara mengeluhkan kelangkaan gas elpiji yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Kondisi ini membuat harga gas melon ukuran 3 kilogram melonjak tajam di pasaran.
Kelangkaan tersebut terutama dirasakan oleh ibu rumah tangga yang kesulitan memperoleh elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari, khususnya selama bulan Ramadan.
“Saya sudah satu minggu kesulitan mendapatkan gas elpiji. Kalau pun ada, harganya sangat mahal, sampai Rp40 ribu per tabung. Padahal biasanya dengan harga segitu bisa dapat dua tabung,” ujar seorang warga, Soraya Fadilah kepada rahasiaumum.com, Jumat (20/03/2026).
Menurut Soraya, kenaikan harga yang mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per-tabung sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Ia menambahkan, kelangkaan ini berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga, terutama dalam menyiapkan hidangan sahur dan berbuka puasa.
Bahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan berlanjut hingga perayaan Idul Fitri.
“Kalau kondisi ini terus terjadi, kami khawatir saat lebaran nanti kesulitan menyiapkan makanan. Ini sangat menyulitkan masyarakat,” katanya.
Selain berdampak pada kebutuhan rumah tangga, kelangkaan elpiji juga disebut memicu keresahan di tengah masyarakat.
Warga menilai kondisi ini memperburuk situasi ekonomi yang sudah tertekan.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pengawasan dan memastikan distribusi elpiji berjalan normal.
“Kami berharap pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok tersedia dan harga kembali stabil,” ujar Soraya.(AFW016)














