Layanan Poli RSUD-TP Abdya Dihentikan Sementara, IGD Tetap Siaga 24 Jam

Direktur RSUD-TP Abdya dr Ismail Muhammad SpB. Kamis 19 Maret 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – UPTD Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya menutup sementara layanan poli rawat jalan selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, libur nasional, serta cuti bersama, mulai Rabu, 18 hingga Selasa, 24 Maret 2026.

Direktur RSUD-TP, dr Ismail Muhammad SpB, menyampaikan pelayanan poliklinik akan kembali normal pada Rabu, 25 Maret 2026.

“Layanan poli akan kembali beroperasi normal pada Rabu 25 Maret 2026 mendatang,” ujarnya, Kamis (19/03/2026).

Pria yang akrab disapa Ismuha menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian layanan terpadu guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat selama libur panjang.

Meski demikian, Instalasi Gawat Darurat tetap beroperasi penuh selama 24 jam.

Ia menegaskan kesiapan layanan darurat menjadi wujud komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas saat Lebaran.

“Periode Idul Fitri, identik dengan lonjakan aktivitas perjalanan dan perubahan pola hidup. Ini berpotensi meningkatkan risiko kesehatan, mulai dari kelelahan, gangguan metabolik, hingga kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami memastikan IGD tetap siaga penuh, dengan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai,” kata Ismuha.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh melalui pengaturan pola makan, membatasi konsumsi lemak, gula, serta garam, menjaga kualitas istirahat, dan tidak memaksakan diri saat bepergian jauh.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

RSUD-TP juga memastikan layanan bagi pasien dengan kebutuhan obat rutin maupun penyakit kronis tetap tersedia.

Selama masa libur, pengambilan obat dapat dilakukan melalui IGD setelah pemeriksaan dokter jaga sesuai indikasi medis.

“Kami menjamin kontinuitas terapi pasien tetap terjaga. Tidak boleh ada jeda dalam pengobatan, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis. Ini adalah bagian dari tanggung jawab profesional kami,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi darurat di rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, serta penderita penyakit kronis.

Penanganan cepat melalui IGD dinilai penting untuk keselamatan pasien.

Menutup pernyataannya, Ismuha mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk memperkuat budaya hidup sehat.

“Lebaran adalah momentum kebersamaan dan kebahagiaan. Namun, kesehatan tetap menjadi fondasi utama. Mari rayakan dengan bijak, menjaga diri, keluarga dan lingkungan, agar tetap sehat, aman dan produktif,” pungkasnya.(T018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *