Sukamakmue. RU – Klaim pemerintah yang memastikan seluruh korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh tidak akan berlebaran di tenda pengungsian, tidak terbukti setidaknya bagi warga Beutong Ateuh, di Kabupaten Nagan Raya.
Hingga Kamis (19/03/2026) dimana sebagian warga Nagan Raya sudah berlebaran, sejumlah sejumlah korban bencana di Beutong Ateuh, masih menempati tenda pengungsian.
Mereka terpaksa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di tenda pengungsian akibat lambatnya proses pemulihan pascabencana yang menghancurkan permukiman mereka beberapa bulan lalu.
Warga pun mengaku bosan dengan janji pejabat pemerintah yang tidak sesuai dengan progres di lapangan, khususnya terkait pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara.
Hingga saat ini, para korban bencana di daerah itu masih bertahan di tenda darurat pembangunan hunian sementara (huntara) berjalan lamban.
Selain itu, sejumlah unit huntara yang telah dibangun pun belum memenuhi standar kelayakan.
“Beberapa huntara yang dibangun tidak layak untuk ditempati, sehingga warga yang seharusnya sudah masuk huntara, terpaksa kembali tinggal di tenda,” kata Syukur, warga setempat.
Karena itu, ia berharap pemerintah bukan saja perlu mempercepat proses pembangunan huntara, tapi juga perlu memastikan kelayakannya.(TH05)














