Kualasimpang. RU – Organisasi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Tamiang meminta pemerintah memberi perhatian kepada korban konflik yang turut terdampak banjir bandang di daerah tersebut.
Ketua JASA Aceh Tamiang melalui Sekretaris Wilayah, Reki Ilham, Sabtu (14/03/2026), mengatakan banyak masyarakat yang pernah terdampak konflik Aceh dengan Pemerintah RI kembali menghadapi cobaan akibat bencana banjir.
Menurut Reki, kondisi itu membuat sebagian warga semakin terpuruk karena hingga kini belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan.
“Banyak korban konflik yang juga terimbas banjir bandang di Aceh Tamiang. Kami berharap mereka jangan sampai dilupakan,” ujar Reki Ilham.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian korban konflik masih hidup dalam keterbatasan.
Ketika banjir datang, beban masyarakat semakin berat karena harus kembali berjuang memulihkan kondisi ekonomi serta tempat tinggal.
“Selain sebagai korban konflik yang sampai sekarang belum sepenuhnya sejahtera, kini mereka juga menjadi korban banjir. Sudah cukup banyak luka yang mereka rasakan,” katanya.
Karena itu, JASA Aceh Tamiang berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada kelompok masyarakat tersebut melalui bantuan kemanusiaan maupun program pemulihan pascabencana.
Reki menegaskan pihaknya ingin memastikan korban konflik yang terdampak banjir tetap menjadi bagian dari prioritas perhatian pemerintah.
“Kami dari Organisasi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, khususnya Aceh Tamiang, berharap pemerintah tidak melupakan mereka yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan perhatian,” pungkasnya.(S011)














