Jakarta. RU – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan perusahaan tidak cukup menyediakan pekerjaan, tetapi juga wajib memberi ruang agar pekerja terus berkembang.
“Yang juga membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja 10 tahun, bahkan 20 tahun di perusahaan, tetapi tidak berkembang. Padahal manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” ungkapnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Kamis (12/03/2026).
Ia menekankan, pengembangan karyawan merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus strategi jangka panjang bagi perusahaan.
“Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menaker menilai pekerja yang diberdayakan akan memiliki semangat, keterikatan, dan keinginan memberi kontribusi lebih.
“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” kata Yassierli.
Selain itu, nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan sebagai modal sosial menghadapi dinamika industri.
Menaker juga mendorong pekerja di berbagai posisi, termasuk driver, satpam, dan office boy, untuk mempelajari keterampilan baru seperti komputer agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan.
“Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu,” tegasnya.
Yassierli mengingatkan dunia kerja ke depan penuh ketidakpastian, sehingga kemampuan adaptasi menjadi kunci.
“Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” sebutnya.
Ia berharap PT Jasa Marga menjadi contoh perusahaan yang memanusiakan pekerja sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.
“Saya berharap Jasa Marga bisa menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan contoh bagaimana perusahaan memanusiakan pekerja dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.(*)














