Redelong. RU – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil merehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Bener Meriah.
Kini SPAM tersebut sudah kembali berfungsi mengaliri air bersih untuk memenuhi kebutuhan 3.000 Kepala Keluarga (KK) di sejumlah desa dan kawasan Hunian Sementara (Huntara).
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang sempat meninjau langsung ke lokasi, memastikan sistem pengairan berjalan baik dan air yang dialirkan berkualitas prima serta jernih.
“Kami tambah instalasi pengolahan air. Harapan kita semua air yang disalurkan ke rumah-rumah tangga sudah diolah terlebih dahulu,” ujarnya.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menambahkan, SPAM Lampahan mengalami kerusakan saat bencana melanda pada akhir November 2025 lalu.
“Kami kemudian melakukan beberapa perbaikan pada SPAM Lampahan. Dari mulai membersihkan jalan serta jembatan dari batu dan kayu bekas longsoran bencana, membuat bendung dari material batu longsoran di sekitar lokasi asupan atau intake, membersihkan saluran pengarah, hingga merapikan lahan sekitar intake,” jelasnya, Selasa (10/03/2026).
Ke depannya, lanjut dia, Waskita Karya akan menambahkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter per detik (l/dt) pada SPAM Lampahan.
Tujuannya untuk mengganti SPAM Non-IPA yang saat ini beroperasi, karena tidak lagi memenuhi ketentuan dan standar teknis penyediaan air minum.
“Melalui pembangunan IPA itu, diharapkan SPAM Lampahan mampu memberikan pelayanan air minum yang lebih andal. Lalu dapat memenuhi standar kualitas air minum serta bisa melayani kebutuhan secara berkelanjutan di Kecamatan Timang Gajah,” kata Ermy.
Secara keseluruhan, sambungnya, kini SPAM Lampahan memiliki total kapasitas sebesar 30 l/dt yang terdiri dari IPA berkapasitas 20 l/dt dan sistem Non-IPA 10 l/dt.
Ia mengungkapkan, saat ini ada dua SPAM lagi di Bener Meriah yang sedang direhabilitasi Waskita Karya, yaitu SPAM Janarata dan SPAM Bukit.(TH05)














