Kolaborasi Lintas Komunitas Lakukan Pendampingan Psikososial di Tiga Lokasi Bencana

Pendampingan Psikososial
Sejumlah komunitas dan organisasi melakukan pendampingan psikososial untuk anak dan remaja korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh Tengah, Aceh Tamiang dan Aceh Timur, 5-8 Maret 2026. (Foto: kiriman warga)

Banda Aceh. RU – Sejumlah komunitas dan organisasi dari berbagai daerah berkolaborasi melakukan pendampingan psikososial untuk anak dan remaja korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh Tengah, Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Kegiatan psikososial yang dilakukan pada 5-8 Maret 2026 ini berbasis terapi seni dan kegiatan terapi menulis.

Tak hanya itu, berbagai kegiatan positif dan menyenangkan juga dilakukan seperti kelas lingkungan mengajarkan tentang ecobrick dan ecoart, kelas literasi membaca nyaring, kelas bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dan lainnya.

Maria Ulfa, Koordinator Lapangan sekaligus pembina Yayasan Bintang Kecil menyebutkan bahwa kegiatan Psikososial ini sama pentingnya dengan bantuan logistik.

“Kegiatan Psikososial akan membantu pemulihan psikologis lebih cepat dengan media bermain yang menyenangkan. Terapi menulis dan seni juga membantu mereduksi emosi lebih cepat melalui penyaluran gambar dan tulisan,” ujarnya.

Diinisiasi oleh Yayasan Bintang Kecil di Banda Aceh, kolaborasi ini melibatkan TBM Lhee Club di Pidie, Komunitas Hebat di Medan dan Komunitas Perkasa Alam, Nibras House Banda Aceh, Alfatih Swim, Hananan Art, Dapue Nowni di Banda Aceh.

Tak hanya itu, berbagai komunitas di Jakarta juga mendukung penuh kegiatan ini yaitu Institut Sains dan Teknologi Nasional, Peri Bumi, GPPT, Buku Berkaki dan Universitas Al Azhar Indonesia.

Di Aceh Tamiang, kegiatan dilakukan di Desa Landuh, Kecamatan Rantau. Sebanyak 121 orang mendapatkan manfaat termasuk 109 anak dan remaja, serta seorang anak berkebutuhan khusus. Ada juga 11 orang dewasa yang mendapatkan konseling.

Sementara di Aceh Timur, kegiatan dilakukan di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih.

Ada 88 orang mendapatkan dampak, termasuk 84 orang anak dan remaja, 2 orang anak berkebutuhan khusus dan 4 orang dewasa.

Sedangkan di Aceh Tengah, kegiatan dilakukan di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang. Total 62 orang mendapatkan manfaat, termasuk 58 anak dan 4 orang dewasa.

“Kami mengusung tema ‘Bergerak di Lingkar Kendali’ untuk mengingatkan bahwa meskipun bencana ini tidak dapat dihindari, tapi kita bisa melakukan apa yang kita mampu untuk memperbaikinya,” pungkas Maria Ulfa.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *