Peukan Raya Ramadhan 2026 Hadirkan 120 UMKM, BI Targetkan Perputaran Rp2 Miliar

Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal didampingi Wakil Afdhal Khalilullah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh Agus Chusaini, dan unsur lainnya di acara Peukan Raya Ramadhan 2026 Banda Aceh. Kamis 26 Februari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama perbankan dan mitra strategis menggelar konferensi pers Peukan Raya Ramadhan dan Pekan QRIS Ramadhan di eks Pasar Aceh Shopping Center, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan bertajuk Peukan Raya Ramadhan Community Festival mengusung tema “Khanduri – Raseuki – Silaturrahmi” dengan tagline #IndahnyaBERBAGI.

Agenda tersebut berlangsung pada 27 Februari hingga 13 Maret 2026 pukul 16.30–23.00 WIB, dengan jeda saat Magrib, Isya, dan Tarawih.

Sebanyak 120 pelaku UMKM dilibatkan dan seluruhnya difasilitasi tanpa biaya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret menggerakkan ekonomi rakyat, terutama setelah bencana yang sempat memengaruhi aktivitas usaha masyarakat.

Konferensi pers turut dihadiri Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini, perwakilan PT Pegadaian Area Aceh, Bank Aceh Syariah, serta Bank Syariah Indonesia Cabang Banda Aceh.

Sejumlah mitra kolaborasi seperti PEMA, BSN, dan Tirta Daroy juga ambil bagian mendukung pelaksanaan agenda.

Agus menyampaikan optimisme terhadap dampak ekonomi kegiatan tersebut.

“Acara ini tentu sangat bagus untuk perputaran ekonomi pasca bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Jika berkaca pada tahun lalu, kemungkinan perputaran ekonomi pada Peukan Raya kali ini bisa mencapai Rp1,5 hingga Rp2 miliar,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan sebelumnya di Pasar Aceh, kegiatan serupa mendorong transaksi hingga Rp1,4 miliar serta meningkatkan jumlah pengunjung secara signifikan.

Illiza menjelaskan, Peukan Raya Ramadhan 2026 dibagi menjadi tiga zona utama.

Peukan Raseuki menjadi sentra kuliner berbuka puasa, Peukan Khanduri menghadirkan buka puasa bersama serta pembagian takjil melalui tradisi Teumok dalam Beulangong, sedangkan Peukan Silaturrahmi menampilkan seni, atraksi budaya, kajian, dan aktivitas interaktif warga.

Kawasan tersebut juga difungsikan sebagai pusat jajanan takjil harian dan ruang berbagi kepada masyarakat.

Pemerintah kota menyiapkan relokasi pedagang kaki lima di sekitar lokasi guna menjaga ketertiban serta kenyamanan selama acara berlangsung.

Sementara itu, Pekan QRIS Ramadhan telah dimulai sejak 20 Februari dan berlangsung hingga 15 Maret 2026 di Pasar Aceh Baru.

Program ini menghadirkan kupon doorprize untuk transaksi kelipatan Rp50.000, bazar Ramadhan, night market, bazar kue Lebaran, kegiatan sosial bersama anak yatim, lomba anak, serta lokakarya literasi keuangan bagi pedagang dan masyarakat.

Digitalisasi pembayaran melalui QRIS diharapkan memperkuat ekosistem transaksi non-tunai yang aman, cepat, dan efisien.

Pemerintah Kota Banda Aceh menilai kolaborasi terbuka dengan sektor swasta tidak hanya sebatas dukungan pendanaan, melainkan juga strategi memperluas dampak ekonomi, termasuk penciptaan lapangan kerja temporer serta efek berganda bagi transportasi, logistik, dan distribusi bahan baku.

Dengan perpaduan unsur ekonomi, budaya, sosial, serta spiritual, Peukan Raya Ramadhan 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan perekonomian Banda Aceh sekaligus ruang silaturahmi masyarakat selama bulan suci.(TA019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *