Pemerintah Matangkan Rencana Pembangunan Jembatan Krueng Semayam

Jembatan Kr Seumayam
Pemerintah melakukan sosialisasi pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Krueng Seumayam, kepada warga di Kantor Desa Babahrot, Selasa (10/02/2026). (Foto: Dok Humas Pemkab Abdya)

Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mematangkan rencana pembangunan Jembatan Krueng Semayam.

Melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah mendampingi Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah 2 Provinsi Aceh melakukan sosialisasi pembebasan lahan kepada warga di Kantor Desa Babahrot, Selasa, 10 Februari 2026.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Abdya, Darma Musliandi, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mencapai kesepakatan dengan masyarakat pemilik lahan.

Ia belum dapat memastikan kapan pengerjaan fisik jembatan akan dimulai karena sangat bergantung pada hasil studi kelayakan dan pembebasan lahan.

“Hari ini kami bahas rencana pembebasan lahan bersama masyarakat setempat. Fokusnya masih pada sosialisasi lahan, izin lingkungan, dan studi kelayakan,” kata Darma dikutip Rabu (11/02/2026).

Ia menambahkan, pembangunan bisa dilakukan dalam tahun ini jika seluruh proses administrasi dan sengketa lahan tuntas lebih cepat.

Rapat strategis ini turut dihadiri oleh Asisten III Setdakab Abdya, jajaran Muspika Babahrot, aparatur desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu meminimalisir konflik agraria yang kerap menghambat proyek infrastruktur nasional.

Pihak Satker PJN 2 Provinsi Aceh menegaskan komitmennya untuk segera memulai pembangunan jembatan permanen tersebut begitu status tanah dinyatakan bersih dan tuntas (clear and clean).(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *