Jakarta. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan pembangunan Kampung Nelayan akan direalisasikan pada 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Aceh Besar Muharram Idris seusai audiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gedung Mina Bahari II, Jakarta, Jumat (30/01/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati yang akrab disapa Syech Muharram meminta KKP menetapkan lokasi pembangunan agar program strategis tersebut dapat dijalankan secara tepat sasaran di wilayah pesisir Aceh Besar.
Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP RI Mahsur menjelaskan, Kampung Nelayan di Aceh Besar dirancang sebagai pusat pemberdayaan nelayan terpadu.
“Kampung Nelayan nantinya akan menjadi sentral pemberdayaan nelayan yang meliputi pembangunan gudang beku, rumah nelayan, Tempat Pelelangan Ikan, Balai Nelayan, bengkel nelayan, SPBUN, serta tempat pemasaran hasil tangkapan nelayan,” ujar Mahsur.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat distribusi serta pemasaran hasil perikanan.
Syech Muharram menyambut positif program tersebut karena dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
“Program Kampung Nelayan ini sangat kami harapkan karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Aceh Besar,” kata Syech Muharram.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kolaborasi dengan KKP RI terus terjaga agar pembangunan Kampung Nelayan berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat berkelanjutan.(*)















