Kualasimpang. RU – Di tengah keterbatasan fasilitas pascabanjir akhir 2025, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, tetap menjalankan tugas secara fokus dan bertanggung jawab.
Tanpa meja kerja, Sepriyanto memanfaatkan sebuah kotak kardus kecil sebagai alas menandatangani berkas.
Ia duduk bersila di lantai keramik, menghadap tumpukan dokumen yang harus segera diselesaikan demi kelangsungan layanan pendidikan.
“Seperti inilah kondisi kantor kita pasca banjir akhir 2025 lalu, dengan segala keterbatasan, aktivitas tetap kita jalankan demi keberlangsungan proses pembelajaran di Aceh Tamiang,” ujar Sepriyanto, kepada rahasiaumum.com, Kamis (29/01/2026).
Selain menandatangani administrasi, ia juga memberikan arahan kepada staf serta berkoordinasi dengan relawan dari luar daerah terkait penyaluran bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak.
Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh ruangan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, baik di lantai satu maupun lantai dua, tidak lagi memiliki perabot kerja.
“Seluruh fasilitas hancur dan rusak berat. Tidak satupun yang dapat kita pergunakan lagi,” kata Sepriyanto, sambil menunjuk sisa lumpur yang masih menempel di dinding kantor hingga hampir dua meter.(S011)















