Pesona Kota 1001 Air Terjun di Ujung Barat Daya Aceh

Air terjun Rajawali Tapa di Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Senin 26 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/MB017]

Subulussalam. RU – Di ujung barat daya Provinsi Aceh, Kota Subulussalam berdiri sebagai wilayah yang menawarkan perpaduan alam lestari dan kekayaan budaya.

Daerah ini dikenal memiliki bentang alam hijau dengan panorama alami yang masih terjaga, menjadikannya salah satu kawasan wisata potensial di Aceh.

Julukan Kota 1001 Air Terjun melekat kuat pada Subulussalam karena banyaknya air terjun yang tersebar di berbagai penjuru.

Sungai berair jernih, perbukitan berhutan lebat, serta suasana tenang menjadi magnet bagi pengunjung yang mendambakan pengalaman wisata berbasis alam.

Pesona tersebut tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga pelancong dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Mereka datang untuk menikmati keteduhan lingkungan sekaligus menjelajahi destinasi yang relatif belum tersentuh geliat pariwisata massal.

Dengan luas sekitar 1.391 kilometer persegi, Subulussalam resmi menjadi daerah otonom pada 2007 setelah dimekarkan dari Kabupaten Aceh Singkil.

Pembentukan wilayah ini ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kota ini terbagi ke dalam lima kecamatan, yakni Longkib, Penanggalan, Runding, Simpang Kiri, serta Sultan Daulat.

Setiap kawasan menyimpan karakter wisata berbeda, mulai dari aliran sungai, air terjun bertingkat, hingga lanskap perbukitan yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Sebagai kota otonom, Subulussalam memiliki peluang besar menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Keindahan alam yang masih alami menjadi modal penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

Salah satu destinasi unggulan adalah Air Terjun Rajawali Tapa di Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan. Lokasi ini relatif mudah dijangkau berkat akses jalan beraspal yang memadai.

Air terjun tersebut menghadirkan pemandangan air yang jatuh langsung dari tebing menuju sungai bening di bawahnya. Pengunjung dapat menikmati panorama, bermain air, atau sekadar berendam sambil merasakan kesejukan alam sekitar.

Di area sungai, wisatawan kerap berkumpul bersama keluarga maupun sahabat. Aktivitas sederhana seperti bersantai dan menyantap bekal di tepi aliran air menjadi daya tarik tersendiri, dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pengalaman berwisata.

Dengan kekayaan alam yang masih terpelihara dan peluang pengembangan yang luas, Subulussalam layak diperhitungkan sebagai destinasi unggulan Aceh.

Kota kecil ini menyimpan banyak kisah serta keindahan, menunggu untuk ditemukan oleh para penjelajah.(MB017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *