Jembatan Perintis Lubuk Sidup–Aras Sembilan Hampir Separuh Rampung

Tampak anggota Kodim 0117/Aceh Tamiang dan Brigif 25/Siwah bersama Tim Vertical Rescue Indonesia sedang melakukan proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis penghubung Kecamatan Sekerak dengan Bandar Pusaka. Jumat 23 Januari 2026. [Foto Dok : Kodam IM/rahasiaumum.com]

Kualasimpang. RU – Prajurit Kodim 0117/Aceh Tamiang dan Brigif 25/Siwah bersama Tim Vertical Rescue Indonesia serta warga setempat bergotong royong membangun Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka.

Hingga Jumat, 23 Januari 2026, diperkirakan progres pembangunan jembatan tersebut suda mencapai 49,55 persen.

Jembatan perintis sepanjang sekitar 250 meter tersebut dibangun sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor yang sempat memutus akses antardesa.

Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan memulihkan konektivitas transportasi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memudahkan mobilitas pelajar dan akses layanan kesehatan, terutama saat debit sungai meningkat.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, menyatakan pembangunan jembatan merupakan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan wilayah terdampak bencana.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan. Dengan adanya akses penghubung yang lebih layak, diharapkan roda perekonomian warga dapat bergerak lebih cepat, anak-anak lebih mudah menuju sekolah, dan masyarakat tidak lagi kesulitan saat membutuhkan akses ke layanan kesehatan. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Minggu (25/01/2026).

Dalam pengerjaan lanjutan, tim gabungan melaksanakan pemasangan tembokan gapura, penarikan sling wire, pengecoran tanjakan, serta pengelasan rangka lantai jembatan.

Seluruh tahapan dilakukan bertahap guna memastikan konstruksi aman dan berkelanjutan meski menghadapi medan yang menantang.

Masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif melalui pengangkutan material hingga dukungan logistik, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial pascabencana.

Dengan progres yang hampir separuh, pembangunan jembatan diharapkan segera rampung dan menjadi simbol kebangkitan infrastruktur di Aceh Tamiang.(S011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *