Baner Meriah. RU – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada November lalu menyebabkan sejumlah jembatan penghubung antarwilayah terputus dan menghambat mobilitas warga.
Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, Polres Bener Meriah membangun jembatan darurat berbahan kayu di Desa Gayo Setie, Kecamatan Timang Gajah, Selasa (20/01/2026).
Langkah tersebut dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat yang sempat terisolasi.
“Pembangunan jembatan sementara ini bertujuan untuk membuka kembali akses masyarakat yang sempat terputus akibat banjir,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto.
Ia berharap sarana darurat tersebut dapat segera dimanfaatkan kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal, khususnya distribusi logistik serta pengangkutan hasil perkebunan seperti kopi dan durian.
Dalam pengerjaan jembatan tersebut, Polres Bener Meriah mengerahkan 30 personel dibantu Brimob BKO Polda Aceh yang telah lebih dari satu bulan mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah itu.(*)















