Logistik Diduga Menumpuk, BPBD Aceh Tenggara Diminta Transparan

Screenshot vidio yang beredar di media sosial. terlihat bahan baku menumpuk di gudang BPBD Aceh Tenggara. Jumat 16 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Video yang memperlihatkan dugaan penumpukan logistik bantuan bencana di Gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara beredar luas di media sosial.

Rekaman tersebut menampilkan berbagai kebutuhan pokok yang masih tersimpan di gudang.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, belum memberikan penjelasan rinci terkait isi video tersebut.

Melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Jumat (16/01/2026), ia menyatakan akan menyampaikan keterangan setelah kembali dari Banda Aceh.

“Nanti kita jumpa, setelah pulang saya dari Banda Aceh,” ujar Mohd Asbi.

Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahriansyah, mempertanyakan kejelasan distribusi bantuan yang terekam dalam video tersebut.

Ia meminta BPBD membuka data secara transparan mengenai jumlah logistik yang diterima serta penyaluran kepada korban banjir.

“BPBD harus menyampaikan kepada publik berapa jumlah logistik yang masuk, bagaimana mekanisme distribusinya, serta apa kendala sehingga bantuan masih berada di gudang,” kata Dahriansyah.

Selain logistik, ia juga menyoroti penggunaan dana Bantuan Presiden untuk penanganan banjir.

Menurut informasi yang diterimanya, pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 4 miliar bagi setiap kabupaten terdampak, termasuk Aceh Tenggara.

Dana tersebut, kata dia, disalurkan kepada BPBD dan Dinas Sosial Aceh Tenggara, dengan masing-masing menerima anggaran Rp 2.400.387.600.

“Penggunaan dana tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka kepada publik agar jelas peruntukannya,” ujarnya.

Dahriansyah juga mendesak DPRK Aceh Tenggara menjalankan fungsi pengawasan melalui inspeksi mendadak guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Dengan beredarnya video ini, DPRK perlu turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya,” tegasnya.(AFW016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *