BPBD Bireuen Bantah Tudingan Penimbunan, Gelar Aksi ke DPRK

Tampak ratusan petugas BPBD dan Pemadam Kebakaran Bireuen menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRK. Selasa 13 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Bireuen. RU – Ratusan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Bireuen menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRK Bireuen, Selasa (13/01/2026).

Massa menuntut klarifikasi dan tanggung jawab anggota dewan atas tudingan penimbunan logistik bantuan bencana.

Salah seorang orator, Helmi Nanda, menegaskan bahwa narasi penggerebekan gudang BPBD merupakan informasi keliru. Menurut dia, distribusi bantuan selama ini berjalan sesuai prosedur dan tercatat secara administratif.

“Tidak ada penimbunan barang. Tidak ada penggerebekan. Selama ini proses masuk dan keluarnya logistik di BPBD tercatat dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Massa aksi meminta dua anggota DPRK dari Fraksi PKB, Muhammad Arif dan Surya Dharma, menemui petugas BPBD karena dianggap sebagai pihak yang menyebarkan informasi tidak benar.

Namun, hingga lebih dari satu jam aksi berlangsung, keduanya tidak hadir menemui pengunjuk rasa.

Anggota DPRK Bireuen H. M. Amin alias Keuchik Min menyatakan bahwa kedatangan anggota dewan ke gudang BPBD sebelumnya hanya bersifat kunjungan biasa.

Ia menegaskan tidak ada penggerebekan maupun persoalan logistik.

“Tidak ada penggerebekan. Yang ada kunjungan biasa. Tidak ada masalah di gudang itu. Semuanya berjalan normal. Tapi mereka membuat narasi yang bertolak belakang dari fakta,” kata Keuchik Min.

Helmi Nanda, yang juga petugas TRC BPBD Bireuen, mengaku kecewa atas tuduhan tersebut.

Ia menyebut tetap bertugas sejak hari pertama bencana meski rumahnya ikut terdampak banjir.

Massa menyatakan menghentikan sementara aktivitas di gudang BPBD hingga pihak yang menyebarkan tudingan menyampaikan permintaan maaf.(TA019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *