Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh memperpanjang masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 22 Januari 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir saat menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat, Jumat (09/01/2026).
M. Nasir menyatakan perpanjangan dilakukan berdasarkan arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf guna mengoptimalkan penanganan dampak banjir dan longsor.
Pemerintah menyusun Quick Win selama 14 hari serta program lanjutan 30 hari berikutnya.
Penanganan difokuskan pada enam klaster, meliputi pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan wilayah.
Distribusi bantuan ke daerah terisolasi dilakukan melalui air drop dan relawan offroad, sementara pengungsian diarahkan pada pembangunan Huntara dan Huntap.
Di sektor pendidikan, pemerintah mengerahkan 4.000 ASN ke Aceh Tamiang untuk membersihkan sekolah dan dayah.
“Penyusunan R3P ini sangat krusial. Kita tidak hanya sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi fokus pada normalisasi sungai di seluruh Aceh,” ujar M. Nasir.
Ketua Forum Solidaritas Aceh Delsi Roni menyatakan kesiapan pihaknya memperkuat kolaborasi guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.(R015)















