Kualasimpang. RU – Kondisi sebagian wilayah Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, masih porak-poranda pascabanjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.
Jalan aspal menuju desa tersebut mengalami kerusakan parah, termasuk ruas di tengah permukiman yang terkelupas dan berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Sedikitnya 11 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, sementara tujuh rumah lainnya mengalami rusak berat akibat terjangan banjir hidrometeorologi.
Tokoh masyarakat Kampung Tupah, Zulfitra, menyebutkan bahwa bencana tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghancurkan infrastruktur desa.

“Jalan utama Kampung Tupah mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Derasnya arus banjir mengupas lapisan aspal, membuat badan jalan berlubang dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Zulfitra, Rabu (07/01/2026).
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas harian dan mengancam keselamatan, terutama pengendara sepeda motor.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, warga memilih melakukan perbaikan darurat secara swadaya melalui gotong royong dengan memanfaatkan lempengan aspal yang berserakan di tepi jalan.
“Perbaikan jalan dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan material yang ada,” kata Zulfitra.
Ia menjelaskan, potongan aspal dikumpulkan, dipecah, lalu disusun kembali pada bagian jalan yang rusak sebelum ditutup pasir dan kerikil agar lebih padat.
Menurut Zulfitra, perbaikan tersebut bersifat sementara dan belum mengembalikan kondisi jalan seperti semula.
“Ini sifatnya darurat. Tapi kalau tidak cepat ditangani, kerusakan akan semakin parah dan lubangnya makin dalam,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam situasi pascabencana, masyarakat dituntut lebih mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.
“Setiap warga punya tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat aset desa, apalagi jalan ini merupakan akses utama aktivitas warga,” katanya.(S011)















