Jantho. RU – Account Executive Penjualan Wilayah Aceh Pupuk Indonesia, Muhammad Ihsan, mengungkapkan bahwa stok pupuk cukup memenuhi kebutuhan petani selama satu minggu ke depan dan akan terus dilakukan penambahan pasokan.
Menurutnya, Gudang Pupuk Indonesia di Blang Bintang tersebut melayani distribusi pupuk untuk beberapa daerah, dengan fokus utama pada Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya.
Saat ini, stok yang tersedia sekitar 1.000 hingga 1.300 ton, terdiri dari 300 ton pupuk urea dan sisanya pupuk NPK.
Karena itu, ia menjamin ketersediaan pupuk saat ini bisa memenuhi kebutuhan para petani di Kabupaten Aceh Besar.
Ia menjelaskan, pasca banjir, distribusi pupuk sempat terkendala akibat putusnya jembatan di kawasan Kuta Blang.
Kondisi tersebut membuat Pupuk Indonesia untuk pertama kalinya menggunakan jalur laut sebagai alternatif distribusi.
“Distribusi dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh-Aceh Utara menuju Pelabuhan Malahayati Krueng Raya-Aceh Besar. Saat ini jembatan Kuta Blang sudah dapat dilalui kembali, namun dengan kapasitas terbatas sekitar 30 ton, sehingga distribusi dilakukan secara bertahap agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” katanya.
Ihsan menambahkan Aceh Besar saat ini telah memasuki masa tanam, sehingga ketersediaan pupuk menjadi faktor yang sangat krusial.
Sebelumnya, pada Selasa 6 Januari 2026, Bupati Aceh Besar Syech Muharram meninjau Gudang Pupuk Indonesia (PIM) guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
“Saat ini di Aceh Besar telah memasuki musim tanam, karena kami ingin memastikan bahwa persediaan terpenuhi dan distribusi berjalan lancar di lapangan,” katanya di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
Ia menjelaskan pada awal bencana banjir dan longsor sempat terjadi kelangkaan pupuk akibat terputusnya akses jalan yang menjadi penghubung utama arus transportasi darat.
Menurutnya, salah satu langkah yang diambil mengantisipasi ketersediaan pupuk yakni mendatangkan pupuk melalui jalur laut.
Ia mengatakan, saat ini stok pupuk di gudang masih tersedia dan sedang dalam proses pendistribusian ke kios-kios resmi di kecamatan melalui distributor.
“Alhamdulillah stok masih ada, hanya saja saat ini sedang dalam proses distribusi ke kios-kios. Kami minta masyarakat, khususnya petani di Aceh Besar, untuk bersabar karena pupuk akan terus berdatangan ke kios-kios di masing-masing kecamatan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebelumnya turut terdampak banjir sehingga sempat menghentikan aktivitas produksi.
Bupati Aceh Besar berharap ketersediaan pupuk yang kembali normal dapat mendukung musim tanam dan menjaga hasil panen petani agar tetap optimal.
“Kita berharap hasil panen masyarakat tahun ini tetap baik dan Aceh Besar dapat terus menjadi daerah surplus pangan,” katanya.(TH05)















