Krisis Pupuk Subsidi, Petani Abdya Terancam Gagal Panen

Pupuk bersubsidi pemerintah, pupuk urea. Rabu 7 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Kelangkaan pupuk subsidi kembali menghantui petani padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat memasuki fase kritis pemupukan kedua, sehingga memicu kekhawatiran terhadap risiko gagal panen.

Petani Kecamatan Manggeng, Mawardi, mengatakan pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska sulit diperoleh sejak akhir tahun lalu, padahal pemupukan lanjutan sangat menentukan pertumbuhan tanaman.

“Sekitar tiga minggu lalu kami masih bisa melakukan pemupukan pertama, namun sekarang pupuk subsidi sudah habis,” ujar Mawardi, kepada rahasiaumum.com, Rabu (07/01/2025).

Upaya mencari pupuk hingga ke Aceh Selatan dan Nagan Raya tidak membuahkan hasil, sementara pupuk non-subsidi dinilai tidak terjangkau oleh petani kecil.

“Kami sangat bergantung pada pupuk subsidi,” katanya.

Mawardi menilai keterlambatan pemupukan berpotensi menurunkan hasil panen karena tanaman rentan penyakit dan sulit pulih dari serangan hama meski telah disemprot insektisida.

Petani pun meminta pemerintah segera menertibkan distribusi agar tidak terjadi penimbunan serta mempercepat pengiriman pupuk ke Abdya tanpa menunggu jadwal resmi.

“Sudah sebulan usia padi kami, banyak yang belum mendapat pupuk. Bagaimana bisa tumbuh dengan kondisi seperti ini?” ujar Mawardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya Hendri Yadi STP menyebutkan pupuk subsidi dijadwalkan tiba pada 5 Januari untuk Urea dan 10 Januari bagi NPK Phonska.

“Kami optimis kuota pupuk masih cukup, meskipun ada kendala distribusi akibat bencana alam,” kata Hendri.(T018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *