Sektor Perikanan di Aceh Timur Rugi Rp2 Triliun Lebih Akibat Banjir

Tambak Aceh Timur
Kawasan tambak warga yang terendam pascabanjir bandang di Aceh. (Foto: Kumparan.com)

Idi. RU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat kerugian sektor perikanan akibat bencana banjir di daerah itu ditaksir mencapai Rp2,64 triliun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah mengatakan, banjir merendam ribuan hektare tambak ikan dan udang serta tambak budi daya seperti tempat produksi garam masyarakat di sejumlah kecamatan terdampak.

“Kerusakan paling signifikan terjadi pada sektor perikanan. Banyak tambak masyarakat rusak berat, kolam budi daya jebol, ikan dan udang hanyut, serta sarana pendukung seperti pintu air, tanggul tambak, dan peralatan budi daya tidak bisa diselamatkan,” katanya dikutip Sabtu (03/01/2026).

Menurutnya, banjir berlangsung cukup lama menyebabkan sebagian besar pembudi daya perikanan gagal panen.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat pesisir dan pedesaan yang sepenuhnya kehilangan sumber penghasilan karena aktivitas di sektor perikanan lumpuh total.

“Sebagian besar tambak masih terendam, sehingga masyarakat belum dapat beraktivitas. Dari laporan sementara yang masuk, kerugian perikanan diperkirakan mencapai Rp2,64 triliun,” katanya.

Selain kerusakan fisik, banjir juga berdampak pada rusaknya ekosistem perairan.

Air banjir bercampur lumpur dan limbah menyebabkan kualitas air menurun drastis, yang berpotensi memicu kematian massal ikan dalam waktu panjang.

“Dampak lanjutan ini tidak bisa dianggap ringan. Setelah banjir surut pun, masyarakat masih membutuhkan waktu dan biaya besar untuk memulihkan tambak agar bisa kembali digunakan,” katanya.

Afifullah menegaskan pemerintah daerah masih memfokuskan penanganan tanggap darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Namun ke depan, pihaknya mendorong adanya perhatian khusus terhadap pemulihan sektor perikanan.

“Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Timur. Oleh karena itu, kami berharap ada dukungan pemerintah provinsi dan pusat, khususnya untuk pemulihan sektor perikanan,” kata Afifullah.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *