Pemkab Aceh Tenggara Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir

Surat himbauan status siaga darurat bencana banjir yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Rabu 26 November 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menetapkan status siaga darurat bencana menyusul intensitas hujan yang terus meningkat sejak awal November.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi mengingat sejumlah wilayah di kabupaten tersebut memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir dan longsor.

Hujan deras hingga ringan hampir setiap hari mengguyur Aceh Tenggara, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mempercepat langkah kesiapsiagaan.

“Status siaga ini kami tetapkan untuk meminimalkan dampak bencana yang dapat meluas serta memastikan penanganan cepat di lapangan,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal kepada rahasiaumum.com, Rabu (26/11/2025).

Status siaga darurat tersebut mulai berlaku sejak 7 November hingga 31 Desember 2025. Menurut Dodi, karakteristik geografis Aceh Tenggara membuat wilayah ini rentan terhadap banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama.

BPBD mengidentifikasi sejumlah kecamatan yang berpotensi terdampak banjir, seperti Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhisen, dan Babussalam.

Sementara Kecamatan Ketambe, Leuser, dan Semadam masuk kategori rawan banjir bandang dan longsor.

Untuk menghadapi situasi ini, BPBD telah menurunkan tim ke berbagai titik rawan guna memantau perkembangan kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah penanganan cepat bila diperlukan.

“Petugas sudah berada di lokasi-lokasi rawan untuk memastikan monitoring berjalan optimal,” kata Dodi.

Ia juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun dalam durasi panjang.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap siaga dan segera melapor ke BPBD jika melihat tanda-tanda potensi bencana. Kesigapan ini sangat penting untuk mengurangi risiko,” ujarnya.

Hingga Rabu malam, hujan dengan intensitas sedang masih mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Tenggara, memperkuat kekhawatiran akan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di daerah tersebut.(AFW016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *