Lhoksukon. RU – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak empat hari terakhir menyebabkan sedikitnya 43 unit sekolah ikut terendam.
Akibatnya, berbagai fasilitas pendidikan seperti meubelair (kursi dan meja) serta buku pelajaran mengalami kerusakan.
Di MTsN 9 Seunuddon, sejumlah bangku, meja, lemari, hingga buku perpustakaan terlihat terendam air.
Meski demikian, pihak sekolah berhasil menyelamatkan sejumlah komputer dari ruang laboratorium sebelum air semakin tinggi.
Kepala MTsN 9 Seunuddon, Muhammad Yusuf, mengatakan banjir mulai memasuki lingkungan madrasah sejak Jumat lalu.
Hampir seluruh pekarangan dan ruangan, termasuk ruang belajar, laboratorium, serta perpustakaan, tidak luput dari genangan.
“Banyak administrasi madrasah rusak, termasuk buku di perpustakaan dan kursi. Kebetulan beberapa hari lalu kami selesai melaksanakan maulid, lalu langsung banjir,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Madrasah tersebut memiliki 14 ruang belajar, dengan total 386 siswa dan 46 guru.
Meski seluruh area sekolah terendam, pihak sekolah tetap beroperasi dengan membuka posko sementara di salah satu kafe terdekat untuk melayani siswa maupun masyarakat yang datang mengurus keperluan administrasi.
“Sekolah tidak kami liburkan, tetapi aktivitas belajar-mengajar terhenti karena siswa tidak bisa hadir. Selain ruang belajar terendam, rumah mereka juga ikut terdampak banjir,” jelasnya.
Hingga kini, pihak sekolah belum dapat memastikan total kerugian. Sejumlah barang berharga berhasil diamankan, namun sebagian besar buku dan meubelair masih berada dalam genangan.
“Kami berharap pemerintah daerah, khususnya Kementerian Agama, dapat memberikan bantuan meubel untuk mengganti yang rusak agar proses belajar-mengajar bisa segera berjalan normal setelah banjir surut,” harapnya.(TH05)















