Banda Aceh. RU – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI akan memusatkan peringatan hari HAM Internasional 2025 di Banda Aceh, sekaligus bagian dari memperingati 20 tahun MoU Helsinki atau perdamaian Aceh.
“Kami berencana menyelenggarakan hari HAM Internasional 2025 di Banda Aceh, dan kita minta dukungan dari pemerintah Aceh,” kata Koordinator Sub Komisi Pemajuan HAM Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro, dikutip Sabtu (30/08/2025).
Pernyataan itu disampaikan Atnike Nova Sigiro usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah perihal dukungan pelaksanaan hari HAM Internasional di Banda Aceh pada 9-10 Desember 2025 mendatang.
Peringatan HAM Internasional 2025 di Banda Aceh nantinya diisi dengan ragam kegiatan, mulai dari seminar, workshop, kebudayaan, kunjungan ke situs bersejarah, dan lainnya dalam lingkup Kota Banda Aceh.
Ia mengatakan, pelaksanakan Hari HAM Internasional tahun ini di Aceh juga merupakan salah satu ikhtiar memperingati 20 tahun perjanjian perdamaian Aceh.
Menurutnya, damai MoU Helsinki ini telah memberikan pelajaran penting bagi Indonesia dan dunia mengenai Aceh yang berhasil merawat rasa kemanusiaan dan perdamaian selama 20 tahun.
“Kami ingin agar perdamaian Aceh ini terus berlanjut dan menjadi contoh, bahwa perdamaian Aceh berlanjut, dan masyarakat Aceh semakin sejahtera,” ujarnya.
Peringatan HAM Internasional di Aceh ini, lanjut dia, nantinya melibatkan unsur pemerintah Aceh, perwakilan lembaga internasional, kelompok masyarakat di Aceh seperti tokoh agama, akademisi, CSO, kelompok perempuan.
“Kemudian, nantinya kami juga mengajak serta pihak kementerian/lembaga di nasional agar turut serta mendukung dan memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung perdamaian di Aceh,” kata Atnike.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menyambut baik rencana Komnas HAM RI memperingati hari HAM Internasional di Banda Aceh, dan menegaskan bahwa Pemerintah Aceh bakal memberikan dukungan penuh. Apalagi dibungkus dengan merawat perdamaian Aceh.
“Kami pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya. Karena ini berhubungan dengan perdamaian, mungkin nanti leading sektornya di Badan Reintegrasi Aceh (BRA),” kata Fadhlullah.
Fadhullah berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, apalagi ikut mengundang perwakilan nasional hingga lembaga internasional. Pemerintah Aceh, bakal memberikan tempat yang representatif.(TH05)