Sinabang. RU – Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue mengungkapkan, terdapat dua laki-laki dan seorang perempuan di kabupaten kepulauan tersebut yang terserang penyakit kaki gajah (filariasis).
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Revita Devayan, mengatakan penyakit kaki gajah yang mengakibatkan pembengkakan tungkai ini umumnya disebabkan infeksi cacing jenis Filaria.
“Cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Cacing jenis tersebut juga dapat menular antarmanusia melalui perantara nyamuk,” katanya.
Ia menyebutkan pembengkakan kasus kaki gajah juga dapat terjadi di bagian tubuh manusia yang lain di antaranya seperti di bagian lengan, kelamin, serta bagian dada.
“Penyakit kaki gajah di Simeulue ini menyerang dua laki-laki dan satu perempuan dengan usia 14 hingga 60 tahun,” kata Revita Devayan.
Revita menjelaskan, penanganan terhadap kasus tersebut saat ini berada di dalam pemantauan petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue.
“Kasus ini dalam pantauan Dinas Kesehatan Simeulue dan sudah dilakukan edukasi terhadap penderita, seperti bagaimana cara merawat luka secara mandiri,” kata Revita Devayan.
Revita Devayan mengatakan masyarakat di lingkungan positif terinfeksi penyakit kaki gajah harusnya melakukan pengecekan darah. Hal ini bertujuan untuk langkah pencegahan atas penyakit tersebut.
“Untuk pengecekan tersebut, Dinas Kesehatan terkendala dengan minimnya anggaran yang tersedia. Sementara, untuk tenaga ahli tersedia di Dinas Kesehatan Simeulue,” kata Revita Devayan.
Revita menyebutkan penyakit kaki gajah dapat disembuhkan apabila masih belum masuk kategori kronis. Namun, kalau sudah dinyatakan kronis penyakit ini sulit untuk disembuhkan.(TH05)