Potensi Kebakaran di Aceh Besar Meningkat, 31 Karhutla Terjadi Sepanjang Januari-Juli

Karhutla Aceh Besar
Petugas Damkar BPBD Aceh Besar melakukan pemadaman api pada lahan yang terbakar di Gampong Pakuk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (26/08/2025). (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Jantho. RU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar mengatakan potensi terjadinya musibah kebakaran meningkat seiring cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.

“Kondisi cuaca panas kerap memicu kebakaran, baik pada lahan maupun permukiman, karena itu masyarakat jangan membakar sampah sembarangan,” imbau Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil dikutip Jumat (29/08/2025).

Ia menjelaskan, untuk mencegah bencana kebakaran, yang perlu dilakukan masyarakat adalah tidak membakar sampah ataupun membuka lahan dengan cara membakar, karena sangat rawan memicu kebakaran di tengah cuaca panas.

Ia mengungkapkan, dalam seminggu terakhir telah terjadi kebakaran lahan di tiga lokasi berbeda.

“Kebakaran pertama terjadi pada rumpun bambu dan lahan di kawasan Kecamatan Kuta Cot Glie, kemudian kebakaran lahan pertanian di Kecamatan Kuta Baro, dan satu lokasi lainnya yakni kebakaran rumpun bambu di kawasan Kecamatan Indrapuri,” katanya.

Menurut dia, kewaspadaan harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak berulang.

“Kami berharap masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melapor bila menemukan potensi kebakaran, supaya tim dapat bergerak cepat melakukan penanganan,” katanya.

BPBD Aceh Besar juga mengingatkan agar masyarakat menjaga cadangan air, terutama di daerah rawan kekeringan, serta mengurangi aktivitas yang berisiko menimbulkan percikan api di lahan kering.

Ia menyebutkan, jumlah karhutla di Aceh Besar periode Januari sampai Juli 2025 sebanyak 31 kasus dengan seluas 9,38 hektare.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *